SEKILAS BERITA
.:Selamat Datang di Website Dinas Perhubungan Kota Depok:.

Tekan Angka Kecelakaan, Kemenhub Gelar Mudik Sepeda Motor Gratis 2016

 


 

Kementerian Perhubungan bekerjasama dengan Jasa Raharja, Bulog dan pemerintah provinsi menggelar Mudik Gratis yang rutin dilaksanakan setiap tahun.bertujuan untuk menghindari kecelakaan lalu lintas, kelelahan, kerusakan motor dan pemborosan biaya perjalanan, Mudik tahun ini, pemerintah hanya menyediakan beberapa Kota tujuan Arus Mudik antaranya Tegal, Kebumen, Purwokerto, Yogyakarta, Solo, Wonogiri, Wonosobo, Magelang, Semarang sedangkan Arus Balik Yogyakarta , Solo , Semarang, Adapun syarat bagi para calon pemudik gratis ini, yaitu diwajibkan untuk memiliki sepeda motor.

Adapun Tempat untuk Pendaftaran di Kota Depok sebagai berikut :

· 16 MEI – 21 MEI 2016  : PASAR AGUNG

· 22 MEI 2016  : CFD UNIVERSITAS INDONESIA

· 23 MEI – 28 MEI 2016  : KANTOR KEC. BEJI & KEC. SUKMAJAYA

· 29 MEI 2016  : CFD UNIVERSITAS INDONESIA

· 30 MEI – 4 JUNI 2016  : KAWASAN INDUSTRI CIMANGGIS

· 5 JUNI 2016  : CFD UNIVERSITAS INDONESIA

· 6 JUNI – 11 JUNI   2016  : TERMINAL DEPOK

· 12 JUNI 2016  : CFD UNIVERSITAS INDONESIA

Pendaftaran dibuka setiap hari, yaitu Senin s/d Jum’at pukul 08.30-16.00 WIB, dan Sabtu s/d Minggu 09.00-16.00 WIB . Ada beberapa prosedur dan persyaratan yang harus dilengkapi calon pemudik sepeda motor, di antaranya pemudik wajib memiliki STNK dan SIM yang sah, membawa STNK, SIM, dan KTP asli beserta fotokopi masing-masing sebanyak 2 (dua) lembar. Khusus yang membawa Balita wajib membawa KK, mengisi formulir pendaftaran mudik gratis 2015. Adapun untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi

Via di nomor 081289469902

Sebelum posko pendaftaran ini dibuka, pihaknya telah memasang iklan di beberapa media cetak untuk mensosialisasikan kegiatan tersebut. Adanya kegiatan seperti ini diharapkan para calon pemudik dapat terbantu dan merasa puas atas pelayanan yang diberikan.

Sosialisasi Sistem Angkutan Umum Massal

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok bersiap melakukan transformasi penting angkutan umum massal. Hal ini dimaksudkan dalam rangka revitalisasi transportasi di Kota Depok agar lebih nyaman, aman, serta dengan harga yang terjangkau.

Demikian dikatakan Kepala Dishub Kota Depok, Gandara Budiana, saat sosialisasi sistem angkutan umum massal Kota Depok, di Hotel Bumiwiyata, Margonda, Depok, Selasa (29/3/2016). Gandara menjelaskan bahwa kedepannya Kota Depok yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bogor, Kota Tangerang Selatan, dan Provinsi DKI Jakarta ini akan berupaya membuat sarana trasportasi umum massal yang terkoneksi.

“Dengan sistem jaringan angkutan umum yang ada sudah ada di Kota Depok akan kita tingkatkan kembali agar bisa terhubung dengan kabupaten/kota yang berbatasan langsung dengan Kota Depok,” jelas Gandara.

Dikatakan olehnya, saat ini jaringan trayek angkutan kota dan perbatasan di Kota Depok antara lain dimulai dari dua terminal, yakni terminal Margonda dan Terminal Sawangan. Sedangkan untuk trayek angkutan perkotaan dalam Kota Depok setidaknya terdapat 22 trayek, angkutan perkotaan melampaui 1 Provinsi (ke Jakarta) ada 43 trayek, angkutan AKDP sebanyak 7 trayek, angkutan AKAP ada 2 trayek, dan angkutan pemadu moda terdapat 1 trayek.

Saat ini pun, ucap Gandara, Dishub telah mengembangkan Trans Jabodetabek, yang sudah beroperasi dengan rute terminal Depok, Juanda, Cawang, hingga berakhir di Terminal Grogol. Kedepan, Dishub Depok bersiap dengan pengembangan angkutan pemadu moda dengan rencana pembuatan rute Cinere-Bandara Soetta, dan Terminal Jatijajar-Bandara Soetta.

“Nantinya, apabila stasiun Jatijajar sudah selesai pembangunannya, akan kami pakai juga sebagai salah satu jalur angkutan pemadu moda yang mengarah ke Bandara,” tandas pria yang pernah menjabat Kepala Satpol PP tersebut.

Sementara itu, sosialisasi yang dihadiri oleh pakar transportasi dari Universitas Indonesia (UI), Universitas Gunadarma, Dishubtrans DKI Jakarta, perwakilan Organda, Perwakilan Badan Pengelola Trans Jabodetabek (BPTJ), Dishub Kota Tangsel, dan Dishub Kabupaten Bogor ini memberikan saran dan masukan pada Dishub Kota Depok mengenai perencanaan transportasi umum massal yang akan mulai dipersiapkan serta terintegrasi dengan kabupaten/kota yang bersinggungan langsung dengan Kota Depok.

 

Pembinaan Operator Angkutan Umum Kota Depok

Rabu 23/03/2016 ; Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok mengundang sekitar 50 peserta untuk mengikuti sosialisasi dan pembinaan operator angkutan umum. Bertempat di Graha Insan Cita, peserta terdiri para pengusaha angkutan umum, leasing, danstakeholder lainnya. Kepala Bidang Angkutan Dishub, Anton Taufani, mengungkapkan kegiatan pembinaan yang rutin dilaksanakan ini diharapkan sebagai ajang cerita dan berbagi cerita seputar penyelenggaraan angkutan umum di Kota Depok.

“Kami ingin meningkatkan pemahaman dalam penyelenggaraan angkutan umum di Kota Depok, sehingga kami dapat memberikan pelayanan angkutan umum yang aman dan nyaman bagi masyarakat,” jelas Anton, Rabu (23/3/2016).

Beberapa hal yang dibahas dalam pembinaan, bahwa sesuai dengan amanah Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan serta Peraturan Walikota (Perwa) Depok Nomor 08 tahun 2015 tentang persyaratan dan prosedur pemberian izin penyelenggaraan angkutan orang, dengan kendaraan bermotor umum di Kota Depok.

Secara umum dijelaskan mengenai beberapa hal mendasar terkait dengan penyelenggaraan angkutan penumpang umum, khususnya di Kota Depok. Aturan tersebut meliputi pola kepemilikan, sistem lelang dalam pengisian armada, persyaratan minimal pelayanan angkutan umum (pengemudi dan kendaraan), sampai dengan batasan umur kendaraan yang boleh beroperasi di Kota Depok sebagai angkutan penumpang umum.

“Pembinaan ini menjadi sarana dan ajang yang sangat penting bagi peningkatan kualitas angkutan umum di Kota Depok. Diharapkan pula dari forum ini timbul sinergitas yang erat antara pemerintah dan operator angkutan serta stakeholder terkait lainnya,” tutup Anton seraya berharap.

 

 

Copyright © Dinas Perhubungan 2016

& .