SEKILAS BERITA
.:Selamat Datang di Website Dinas Perhubungan Kota Depok:.

Dishub memberikan sanksi administratif kepada Pemilik Angkutan Penumpang Umum Dalam Kota Depok

 

09/02/2016; Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok (Drs. R Gandara Budiana) menegaskan kepada pemilik angkutan umum dalam Kota Depok berdasarkan  Peraturan Walikota Depok No. 08 Tahun 2015 Dinas Perhubungan telah melakukan proses pengenaan sanksi administratif kepada wajib retribusi (Pemilik Angkutan Penumpang Umum Dalam Kota Depok) yang belum memenuhi kewajiban membayar retribusi dengan mengirimkan Surat Peringatan (SP) , meliputi :

1. Surat Peringatan dan Teguran  Ke-1 No. 551.21/001-Angk/XI/2015   s/d   No. 551.21/552-Angk/XI/2015.

2. Surat Peringatan dan teguran Ke-2 No. 551.21/001-Angk/XII/2015  s/d  No.551.21/509-Angk/XII/2015.

3. Surat Peringatan dan Teguran Ke-3 No. 551.21/001-Angk/I/2015  s/d  No.551.21/478-Angk/I/2016

Selanjutnya bagi para pemilik yang telah diberikan Surat Peringatan Ke-1 (SP I) s/d  Surat Peringatan Ke-3 (SP III) namun belum memenuhi kewajibannya, maka akan dikenakan tahapan sanksi berikutnya berupa PEMBEKUAN sampai dengan PENCABUTAN SK  Izin Trayek.

"Loket Pelayanan Perizinan Angkutan Umum Dishub Kota Depok"

Canggihnya Pusat Kendali ATCS Dishub

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok mulai memanfaatkan teknologi informasi dalam pengendalian lalu lintas yang diberi nama Area Traffic Control System (ATCS). Pusat kendali yang berada di Lantai 3 Gedung Dishub, Kalimulya, Cilodong, Depok itu dibekali dengan berbagai teknologi mutakhir.

Kepala Dishub Kota Depok, Gandara Budiana, mengatakan dalam ATCS ini sudah dilengkapi setidaknya 4 kamera di tiap persimpangan. Kamera tersebut terdiri dari 1 kamera PTZ yang bisa berputar, dan 3 kamera Fix menghadap ke simpang.

“Sistem ini sudah mencakup 5 persimpangan, yakni persimpangan Cijago, Siliwangi, Jatijajar, Margonda, dan Ramanda,” ujar Gandara, di sela-sela peresmian Gedung Dishub yang baru dengan didampingi Wali Kota Depok, Nur Mahmudi Isma’il, Kamis (21/01/2016).

Dari lima persimpangan tersebut, Gandara menyebutkan setidaknya total keseluruhan kamera CCTV yang ada yaitu 20 buah. Pusat kendali ini sudah dimulai sejak awal tahun 2016 ini.

Melalui sistem ini, durasi traffic light di persimpangan dapat dikendalikan dari ruang pusat kendali di Kantor Dishub Kota Depok. Tak lupa, petugas operator yang sedang bertugas di ruang kendali ATCS bisa langsung memberi imbauan agar para pengendara lebih tertib dalam mengendarai kendaraannya melalui mikrofon yang ada.

“Jadi, jika volume kendaraan mengalami kemacetan, durasinya bisa kita atur, misalnya lampu hijau yang tadinya sepersekian detik kita atur ulang sesuai dengan kondisi yang ada, dengan demikian kemacetan panjang bisa dihindari,” jelasnya.

Selain berguna untuk memantau lalu lintas, pihaknya juga meyakini akan membantu petugas kepolisian jika sampai terjadi kecelakaan. Peristiwa kecelakaan yang sampai ke pengadilan, menurutnya tentu akan membutuhkan barang bukti dan informasi peristiwa.

“Melalui CCTV ini, kita record terus 24 jam. Ini bisa diminta sama petugas polisi ketika ada peristiwa kecelakaan,” terangnya.

Nur Mahmudi Resmikan Tiga Gedung Sekaligus

Wali Kota Depok, Nur Mahmudi Isma’il, hari ini, Kamis (22/01/2016) meresmikan 3 gedung sekaligus dan 1 Ruang Smart Space. Peresmian ketiga gedung tersebut, yakni Gedung Dinas Perhubungan (Dishub), Gedung Satpol PP, dan Gedung Pemuda ‘Tole Iskandar’, serta Ruang Smart Space yang digagas oleh Dinas Komunikasi dan informatika (Diskominfo) Kota Depok dengan penandatanganan di Kantor Dishub, Kalimulya, Cilodong, Depok.

Dalam arahannya, Nur Mahmudi mengatakan persemian 3 gedung kali ini dijadikan satu agar lebih efisien, dalam hal waktu dan biaya. Dirinya juga akan mengunjungi gedung-gedung yang baru diresmikannya tersebut.

“Jadi satu peresmiannya agar efisien, tapi kami juga akan tetap mengunjungi Gedung Tole Iskandar, Gedung Satpol PP, dan Ruang Smart Space,” ujarnya

Dirinya berharap dengan adanya Gedung Pemuda, maka kegiatan kepemudaan dapat semakin baik, bergairah, konstruktif dan partisipatif. Sementara untuk diresmikannya Gedung Dishub dan Satpol PP, Nur Mahmudi menuturkan kedua gedung itu merupakan ujung tombak pelayanan keamanan dan ketertiban kegiatan transportasi dan lingkungan, karena itu kelengkapan sarana yang dimiliki saat ini seperti CCTV sebagai upaya meningkatkan deteksi keamanan. Selain itu, CCTV ini juga dapat memantau kelancaran wilayah, dan di waktu yang bersamaan dapat melihat dan mendeteksi potensi arah kriminalitas.

“Kelengkapan alat uji KIR yang sekarang sudah ada dan sarana yang baik tentunya akan meningkatkan pelayanan. Juga Satpol PP akan semakin memperkokoh keamanan demi terciptanya Depok yang tertib dan unggul,” tutur Nur Mahmudi.

Sementara itu, Kepala Dishub Kota Depok, Gandara Budiana, menjelaskan bahwa pembangunan Gedung Dishub sudah dilaksanakan sejak awal 2014 sampai Desember 2014. Pembangunan gedung ini menggunakan anggaran sebesar Rp9,6 miliar dari APBD, sedangkan untuk Gedung Satpol PP anggarannya sebesar Rp2,5 miliar, dan Gedung Pemuda sebesar Rp2 miliar.

“Semoga dengan adanya gedung baru dapat membuat personel Satpol PP dan Dishub semakin semangat dan meningkatkan kinerja,” tutupnya seraya berharap.

Copyright © Dinas Perhubungan 2016

& .