SEKILAS BERITA
.:Selamat Datang di Website Dinas Perhubungan Kota Depok:.

Nur Mahmudi Resmikan Tiga Gedung Sekaligus

Wali Kota Depok, Nur Mahmudi Isma’il, hari ini, Kamis (22/01/2016) meresmikan 3 gedung sekaligus dan 1 Ruang Smart Space. Peresmian ketiga gedung tersebut, yakni Gedung Dinas Perhubungan (Dishub), Gedung Satpol PP, dan Gedung Pemuda ‘Tole Iskandar’, serta Ruang Smart Space yang digagas oleh Dinas Komunikasi dan informatika (Diskominfo) Kota Depok dengan penandatanganan di Kantor Dishub, Kalimulya, Cilodong, Depok.

Dalam arahannya, Nur Mahmudi mengatakan persemian 3 gedung kali ini dijadikan satu agar lebih efisien, dalam hal waktu dan biaya. Dirinya juga akan mengunjungi gedung-gedung yang baru diresmikannya tersebut.

“Jadi satu peresmiannya agar efisien, tapi kami juga akan tetap mengunjungi Gedung Tole Iskandar, Gedung Satpol PP, dan Ruang Smart Space,” ujarnya

Dirinya berharap dengan adanya Gedung Pemuda, maka kegiatan kepemudaan dapat semakin baik, bergairah, konstruktif dan partisipatif. Sementara untuk diresmikannya Gedung Dishub dan Satpol PP, Nur Mahmudi menuturkan kedua gedung itu merupakan ujung tombak pelayanan keamanan dan ketertiban kegiatan transportasi dan lingkungan, karena itu kelengkapan sarana yang dimiliki saat ini seperti CCTV sebagai upaya meningkatkan deteksi keamanan. Selain itu, CCTV ini juga dapat memantau kelancaran wilayah, dan di waktu yang bersamaan dapat melihat dan mendeteksi potensi arah kriminalitas.

“Kelengkapan alat uji KIR yang sekarang sudah ada dan sarana yang baik tentunya akan meningkatkan pelayanan. Juga Satpol PP akan semakin memperkokoh keamanan demi terciptanya Depok yang tertib dan unggul,” tutur Nur Mahmudi.

Sementara itu, Kepala Dishub Kota Depok, Gandara Budiana, menjelaskan bahwa pembangunan Gedung Dishub sudah dilaksanakan sejak awal 2014 sampai Desember 2014. Pembangunan gedung ini menggunakan anggaran sebesar Rp9,6 miliar dari APBD, sedangkan untuk Gedung Satpol PP anggarannya sebesar Rp2,5 miliar, dan Gedung Pemuda sebesar Rp2 miliar.

“Semoga dengan adanya gedung baru dapat membuat personel Satpol PP dan Dishub semakin semangat dan meningkatkan kinerja,” tutupnya seraya berharap.

Saat Nur Mahmudi Jadi Sopir Angkot

Seakan ingin selalu dekat dengan warganya, Wali Kota Depok, Nur Mahmudi Isma’il kali ini menjadi sopir angkutan kota (Angkot). Mengendarai Angkot D.11, Nur Mahmudi dengan mantap dan sigap membawa Angkotnya menyusuri Jalan Margonda hingga Pal. Berbekal SIM A Umum yang dipunya, wali kota yang akan mengakhiri masa jabatannya pada 26 Januari 2016 mendatang menjadi sopir dengan Angkot bernomor polisi B 1449 UL yang dimiliki oleh Nur Fatoni. Nur Mahmudi memulai petualangannya menjadi sopir Angkot dari Terminal Depok. “Saya diminta mencoba atau menjajal Angkot D.11 dengan menjadi sopir tembak tetapi sesuai dengan legalitas yang ada,” kata Nur Mahmudi sesaat sebelum melajukan Angkotnya ke arah Pal, Selasa (19/01/2015).

Nur Mahmudi mengungkapkan, untuk menjadi sopir angkot di Depok diwajibkan untuk sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Mulai dari kepemilikan SIM A Umum, menggunakan seragam, kendaraannya layak jalan, dan surat-surat atau administrasi lainnya harus lengkap. Dirinya menuturkan bahwa pengalamannya membawa Angkot ini ialah pengalaman pertamanya dalam menyetir angkutan umum. Perihal tata cara menaikkan dan menurunkan penumpang dirinya akan bekerjasama dengan Nur Fatoni. “Saya tidak tahu nanti mekanisme mengangkut dan menurunkan penumpang akan seperti apa, tapi yang utama bagaimana saya merasakan dan mengetahui bahwa angkutan umum di Depok seperti apa kondisireal-nya di jalanan,” ucap Nur Mahmudi sembari meminta Nur Fatoni untuk mendampinginya membawa Angkot.

Nur Mahmudi berharap agar sarana transportasi di Depok bisa lebih nyaman, bagus, tertib dan pengendaranya disiplin serta menyapa penumpang dengan ramah, sehingga kenyamanan transportasi di Depok benar-benar dirasakan langsung oleh penumpang. #PPID

Pemasangan Spanduk Larangan Parkir Di Badan Jalan

 

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok melakukan pemasangan spanduk berisi larangan parkir di badan jalan. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya dalam menertibkan jalan agar para pengendara mobil maupun angkutan umum tidak mengganggu pengguna jalan yang sedang melintas.

“Kami lakukan ini karena sudah banyak warga yang parkir sembarangan,” tutur Koordinator Lapangan (Korlap) Patroli Dishub Kota Depok, Ari Siswanto, Jumat (08/01/2015).

Lebih lanjut, dirinya menambahkan bahwa pemasangan spanduk dilakukan pada delapan titik yang tersebar di beberapa wilayah di Kota Depok. Adapun lokasi tersebut di antaranya Jalan Raya Margonda, Jalan Nusantara, dan Jalan Arif Rahman Hakim.

Saat ini, sepanjang tahun 2015 sedikitnya sudah ditemui 3650 kendaraan yang melanggar dan ditindak oleh Dishub dengan penggembokan. Setiap harinya sekitar 10 kendaraan parkir sembarangan.

Selanjutnya, kendaraan tersebut mendapat hukuman sesuai dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Pasal 287 ayat 1, 2, dan 3 tentang Larangan Parkir Sembarangan di Bahu Jalan dengan hukuman pidana kurungan 2 bulan dan denda Rp500 ribu.

Terakhir, Ari berharap dengan pemasangan spanduk tersebut masyarakat tidak lagi melakukan kesalahan, sehingga lalu lintas di sejumlah jalan di Kota Depok dapat efektif dan kondusif.

 

“Semoga tindakan kami ini dapat dipatuhi oleh seluruh pengendara agar tidak ada lagi kemacetan akibat kendaraan yang parkir di bahu jalan,” tutupnya.

Copyright © Dinas Perhubungan 2016

& .