SEKILAS BERITA
.:Selamat Datang di Website Dinas Perhubungan Kota Depok:.

Mudik Gratis Sepeda Motor 2014

 

 

03/07/2014, Mudik sudah menjadi tradisi sejak dahulu kala, belum diketahui siapa yang awal mula melakukan tradisi ini. Yang jelas, para perantau sebagian besar akan pulang ke kampung halamannya ketika ada perayaan hari besar seperti lebaran. Dalam rangka menyambut hari besar Islam tersebut, banyak elemen yang menggelar kegiatan mudik gratis. Seperti yang dilakukan oleh Kementerian Perhubungan yang bekerjasama dengan Jasa Raharja, Bulog, dan Pemerintah Provinsi.

Pemerintah hanya menyediakan beberapa kota tujuan diantaranya Tasikmalaya, Cilacap, Purwokerto, Kebumen, Wonosobo, Magelang, Yogyakarta, Solo dan Wonogiri. Mudik kali ini berbeda dengan mudik sebelumnya, dimana sesuai dengan slogannya ‘Mudik Gratis Sepeda Motor 2014′, para calon pemudik gratis diwajibkan untuk memiliki sepeda motor yang diangkut pada tanggal 23 Juli dan menyusul penumpang berkapasitas dua orang dewasa satu balita pada esok harinya 24 Juli dengan menggunakan Bus yang sudah disediakan pemerintah. Sepeda motor yang diangkut menggunakan truk dapat langsung diambil oleh pemilik setelah sampai dimasing-masing kota tujuan (Kantor Dishub/ Terminal tujuan).

Sedangkan waktu pendaftaran dibuka dari tanggal 1 s/d 16 Juli, Senin s/d Jum’at pukul 08.00-16.00 WIB, dan Sabtu s/d Minggu 09.00-15.00 WIB di Terminal Kota Depok. Ada beberapa prosedur dan persyaratan yang harus dilengkapi calon pemudik sepeda motor, yang dapat dilihat dan diunduh langsung formulirnya di www.mudikgratishubdat.com lengkap dengan sisa kuota yang masih tersedia.

Muhammad Ali selaku petugas dari mudik gratis sepeda motor ini mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk menghindari kecelakaan lalu lintas, kelelahan, kerusakan motor dan pemborosan biaya perjalanan. “Maka dari itu saya himbau kepada para calon pemudik agar pergunakan fasilitas pengangkutan motor yang telah disediakan pemerintah,” ujarnya.

Sebelum pembukaan posko pendaftaran ini, pihaknya telah menyebarkan 5000 exemplar brosur, mengirim surat untuk kecamatan dan kelurahan di Kota Depok, serta memasang iklan di beberapa media cetak untuk menyosialisasikan kegiatan tersebut. Senada dengan hal tersebut, Ilham salah satu penginput data calon pemudik menjelaskan beberapa kendala yang dihadapi dilapangan antara lain ketidak pahaman calon pemudik terhadap syarat dan ketentuan yang berlaku. “Kadang-kadang ada yang SIM nya mati, belum balik nama, kredit motor bekas, itu kita ngga bisa bantu karna seluruh data harus valid,” tuturnya.

Dengan adanya kegiatan seperti ini diharapkan para calon pemudik dapat terbantu dan merasa puas atas pelayanan yang diberikan.
“Dan mudah-mudahan kegiatan ini dapat menjadi kegiatan rutin setiap tahunnya,” tutup Ali.

DPRD Kota Surabaya Kunjungi Dinas Perhubungan Kota Depok

Rabu,25/06/2014 Jajaran Dishub menerima kunjungan kerja Komisi B DPRD Kota Surabaya sebanyak 10 orang. Kunjungan Kerja Komisi B Kota Surabaya ini terkait dengan Pengelolaan Retribusi yang dikelola Dishub, terutama dalam pengelolaan retribusi parkir. Prinsip utama yang ingin diketahui dari kunjungan ini adalah upaya pengendalian dan pengawasan parkir pinggir jalan.

Pada kesempatan tersebut Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok menyerahkan Cindera mata berupa Perda Bidang Perhubungan dan Buku Profil Dishub oleh Komisi B (Bapak Rio).

Kota Depok ikuti Wahana Tata Nugraha

 

 

Dinas perhubungan Kota Depok Senin 23 Juni 2014; menerima kunjungan tim penilai Wahana Tata Nugraha di Ruang Rapat Dishub, Panitia terdiri dari unsur Kementrian Perhubungan 4 (empat) orang unsur Dishub Propinsi Jabar 1 (satu) orang dan 1 (orang) akademisi .
Penghargaan Wahana Tata Nugraha adalah kegiatan pemberian penghargaan yang diberikan oleh Pemerintah Republik Indonesia atas kemampuan daerah dan peran serta masyarakatnya dalam meningkatkan kinerja penyelenggaraan dan kinerja operasional sistem transportasi perkotaan. Sebagaimana yang diatur dalam Permenhub No. 13 Tahun 2006 tentang Pedoman  Pelaksanaan Lomba Tertib Lalu Lintas Angkutan Kota;  serta Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor :  SK.1905/KP.801/DRJD/2010 Tentang Petunjuk Pelaksanaan  Kegiatan Penghargaan Wahana Tata Nugraha;
Klasifikasi Kota Wahana Tata Nugraha (WTN) meliputi :

  1. Kota Raya/Metropolitan :   jumlah penduduk  ≥ 1.000.000 jiwa.
  2. Kota Besar                   :    jumlah penduduk  500.000  -  1.000.000 jiwa.
  3. Kota Sedang                :    jumlah penduduk  100.000  -     500.000 jiwa.
  4. Kota Kecil                    :    jumlah penduduk    50.000  -     100.000 jiwa.

Depok termasuk kedalam klasifikasi Raya/Metropolitan dengan jumlah penduduk 1.898.567 Jiwa
Penilaian WTN ini dimaksudkan untuk memotivasi komitmen Pemerintah Daerah dalam menata tertib lalu lintas melalui pemenuhan sarana dan prasarana lalu lintas, dengan aspek penilaian meliputi :

  1. Diketahuinya kondisi dan permasalahan sistem transportasi di Kota Depok.
  2. Akan diberikan saran/rekomendasi oleh Tim Penilai untuk pembenahan jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang.
  3. Memotivasi pejabat eksekutif dan legislatif  untuk membuat komitmen pembenahan sistem transportasi perkotaan yang akan dilakukan  dalam jangka pendek dan menengah.
  4. Kota-kota penerima penghargaan piala Wahana Tata Nugaraha akan mendapat bantuan teknis dari Kementerian Perhubungan

Tahapan Penilaian Wahana Tata Nugraha meliputi :
> Tahap 1 (30%)    : Administrasi
> Tahap II (35%)    : Penilaian Teknis dan Operasional
> Tahap III (35%)    : Penilaian Lapangan dan ekspose


Diharapkan keikut seraan Kota Depok dalam penilaian Wahana Tata Nugraha Tahun 2014 ini dapat memacu perbaikan sarana dan prasarana lalu lintas.

 

Copyright © Dinas Perhubungan 2014

& .