SEKILAS BERITA
.:Selamat Datang di Website Dinas Perhubungan Kota Depok:.

Saat Nur Mahmudi Jadi Sopir Angkot

Seakan ingin selalu dekat dengan warganya, Wali Kota Depok, Nur Mahmudi Isma’il kali ini menjadi sopir angkutan kota (Angkot). Mengendarai Angkot D.11, Nur Mahmudi dengan mantap dan sigap membawa Angkotnya menyusuri Jalan Margonda hingga Pal. Berbekal SIM A Umum yang dipunya, wali kota yang akan mengakhiri masa jabatannya pada 26 Januari 2016 mendatang menjadi sopir dengan Angkot bernomor polisi B 1449 UL yang dimiliki oleh Nur Fatoni. Nur Mahmudi memulai petualangannya menjadi sopir Angkot dari Terminal Depok. “Saya diminta mencoba atau menjajal Angkot D.11 dengan menjadi sopir tembak tetapi sesuai dengan legalitas yang ada,” kata Nur Mahmudi sesaat sebelum melajukan Angkotnya ke arah Pal, Selasa (19/01/2015).

Nur Mahmudi mengungkapkan, untuk menjadi sopir angkot di Depok diwajibkan untuk sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Mulai dari kepemilikan SIM A Umum, menggunakan seragam, kendaraannya layak jalan, dan surat-surat atau administrasi lainnya harus lengkap. Dirinya menuturkan bahwa pengalamannya membawa Angkot ini ialah pengalaman pertamanya dalam menyetir angkutan umum. Perihal tata cara menaikkan dan menurunkan penumpang dirinya akan bekerjasama dengan Nur Fatoni. “Saya tidak tahu nanti mekanisme mengangkut dan menurunkan penumpang akan seperti apa, tapi yang utama bagaimana saya merasakan dan mengetahui bahwa angkutan umum di Depok seperti apa kondisireal-nya di jalanan,” ucap Nur Mahmudi sembari meminta Nur Fatoni untuk mendampinginya membawa Angkot.

Nur Mahmudi berharap agar sarana transportasi di Depok bisa lebih nyaman, bagus, tertib dan pengendaranya disiplin serta menyapa penumpang dengan ramah, sehingga kenyamanan transportasi di Depok benar-benar dirasakan langsung oleh penumpang. #PPID

Pemasangan Spanduk Larangan Parkir Di Badan Jalan

 

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok melakukan pemasangan spanduk berisi larangan parkir di badan jalan. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya dalam menertibkan jalan agar para pengendara mobil maupun angkutan umum tidak mengganggu pengguna jalan yang sedang melintas.

“Kami lakukan ini karena sudah banyak warga yang parkir sembarangan,” tutur Koordinator Lapangan (Korlap) Patroli Dishub Kota Depok, Ari Siswanto, Jumat (08/01/2015).

Lebih lanjut, dirinya menambahkan bahwa pemasangan spanduk dilakukan pada delapan titik yang tersebar di beberapa wilayah di Kota Depok. Adapun lokasi tersebut di antaranya Jalan Raya Margonda, Jalan Nusantara, dan Jalan Arif Rahman Hakim.

Saat ini, sepanjang tahun 2015 sedikitnya sudah ditemui 3650 kendaraan yang melanggar dan ditindak oleh Dishub dengan penggembokan. Setiap harinya sekitar 10 kendaraan parkir sembarangan.

Selanjutnya, kendaraan tersebut mendapat hukuman sesuai dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Pasal 287 ayat 1, 2, dan 3 tentang Larangan Parkir Sembarangan di Bahu Jalan dengan hukuman pidana kurungan 2 bulan dan denda Rp500 ribu.

Terakhir, Ari berharap dengan pemasangan spanduk tersebut masyarakat tidak lagi melakukan kesalahan, sehingga lalu lintas di sejumlah jalan di Kota Depok dapat efektif dan kondusif.

 

“Semoga tindakan kami ini dapat dipatuhi oleh seluruh pengendara agar tidak ada lagi kemacetan akibat kendaraan yang parkir di bahu jalan,” tutupnya.

Pencanangan Lajur Sepeda di Jalan Margonda

Depok 08/01/2016, Walikota Depok H. Nur Mahmudi Ismail meresmikan  Lajur Khusus Sepeda yang bertempat di sepanjang jalan Margonda, maksud pelaksanaan Lajur sepeda untuk memberikan sosialisasi terhadap pengguna lajur sepeda dan bertujuan untuk :

1. Memfasilitasi masyarakat untuk berkendara menggukana sepeda guna mengurangi polusi udara dan peningkatan suhu panas bumi;

2. Mendukung Kegiatan Satu hari Tanpa Kendaraan Bermotor / One Day No Car;

3. Sebagai wujud dukungan nyata kepada komunitas sepeda di Kota Depok;

Latar Belakang Pencanangan lajur Sepeda adalah; sepeda merupakan moda alternative yang ramah lingkungan sebagai alat transportasi yang dapat menggantikan kendaraan bermotor dalam upaya untuk mengurangi dampak pemanasan global. Penggunaan sepeda akan mengurangi pergerakan kendaraan bermotor yang berdampak pada berkurangnya penggunaan bahan bakar minyak (BBM) sehingga mengurangi emisi gas penyebab terjadinya pemanasan global;

Pencanangan lajur Sepeda ini atas Dasar Undang-undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan pasal 62 Ayat 1 dan 2;  Peraturan Menteri Perhubungan No. 34 Tahun 2014 tentang marka Jalan Pasal 72 ayat 1 dan 3; Perda Kota Depok Nomor 2 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Bidang Perhubungan pasal 62 Ayat 1;

Copyright © Dinas Perhubungan 2016

& .