SEKILAS BERITA
.:Selamat Datang di Website Dinas Perhubungan Kota Depok:.

Pencanangan Lajur Sepeda di Jalan Margonda

Depok 08/01/2016, Walikota Depok H. Nur Mahmudi Ismail meresmikan  Lajur Khusus Sepeda yang bertempat di sepanjang jalan Margonda, maksud pelaksanaan Lajur sepeda untuk memberikan sosialisasi terhadap pengguna lajur sepeda dan bertujuan untuk :

1. Memfasilitasi masyarakat untuk berkendara menggukana sepeda guna mengurangi polusi udara dan peningkatan suhu panas bumi;

2. Mendukung Kegiatan Satu hari Tanpa Kendaraan Bermotor / One Day No Car;

3. Sebagai wujud dukungan nyata kepada komunitas sepeda di Kota Depok;

Latar Belakang Pencanangan lajur Sepeda adalah; sepeda merupakan moda alternative yang ramah lingkungan sebagai alat transportasi yang dapat menggantikan kendaraan bermotor dalam upaya untuk mengurangi dampak pemanasan global. Penggunaan sepeda akan mengurangi pergerakan kendaraan bermotor yang berdampak pada berkurangnya penggunaan bahan bakar minyak (BBM) sehingga mengurangi emisi gas penyebab terjadinya pemanasan global;

Pencanangan lajur Sepeda ini atas Dasar Undang-undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan pasal 62 Ayat 1 dan 2;  Peraturan Menteri Perhubungan No. 34 Tahun 2014 tentang marka Jalan Pasal 72 ayat 1 dan 3; Perda Kota Depok Nomor 2 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Bidang Perhubungan pasal 62 Ayat 1;

Jelang Pergantian Tahun, Dishub Kerahkan Semua Kekuatan

Apel Siaga Jelang pergantian Tahun Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok sedikitnya menurunkan 200 personel guna mengatur lalu lintas, dalam Apel Siaga Kadishub (Drs. R Gandara Budiana) dalam Sambutannya beliau mengatakan "kepada seluruh personel Dinas Perhubungan agar selalu menjaga semangat kekompakan, kebersamaan dan kerjasama" . Dalam pengaturan dan pengamanan khususnya sekitar Jalan Raya Margonda yang disinyalir akan menjadi pusat keramaian warga yang ingin melihat kembang api ataupun sekedar jalan-jalan, personel akan dibagi menjadi dua shift untuk memantau dan mengatur lalu lintas.

Keramaian berpusat di Jalan Juanda, Jalan Dewi Sartika, dan flyover Arif Rahman Hakim yang menjadi tempat favorit masyarakat untuk menyaksikan hiburan kembang api. Dirinya (Drs. R Gandara Budiana) menambahkan, sejauh ini tidak ada jalur yang ditutup, namun ada kemungkinan U Turn atau putaran balik akan ditutup tergantung situasi dan kondisi di lapangan. “Kami juga dibantu oleh Satpol PP, Polres dan Dandim. Mudah-mudahan Depok aman terkendali, dan jangan ikut-ikutan budaya barat, lebih baik kita mengevaluasi dan berbenah diri agar menjadi manusia yang lebih baik lagi,” imbaunya.

Depok meraih penghargaan Wahana Tata Nugraha 2015

Plakat dan Sertifikat Wahana Tata Nugraha diberikan dari Presiden RI

Penghargaan Wahana Tata Nugraha adalah kegiatan pemberian penghargaan yang diberikan oleh Pemerintah Republik Indonesia atas kemampuan daerah dan peran serta masyarakatnya dalam meningkatkan kinerja penyelenggaraan dan kinerja operasional sistem transportasi perkotaan. Sebagaimana yang diatur dalam Permenhub No. 13 Tahun 2006 tentang Pedoman  Pelaksanaan Lomba Tertib Lalu Lintas Angkutan Kota;  serta Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor :  SK.1905/KP.801/DRJD/2010 Tentang Petunjuk Pelaksanaan  Kegiatan Penghargaan Wahana Tata Nugraha;

Klasifikasi Kota Wahana Tata Nugraha (WTN) meliputi :

 

Kota Raya/Metropolitan :   jumlah penduduk  ≥ 1.000.000 jiwa.

Kota Besar                   :    jumlah penduduk  500.000  -  1.000.000 jiwa.

Kota Sedang                :    jumlah penduduk  100.000  -     500.000 jiwa.

Kota Kecil                    :    jumlah penduduk    50.000  -     100.000 jiwa.

Depok termasuk kedalam klasifikasi Raya/Metropolitan dengan jumlah penduduk 1.898.567 Jiwa

Penilaian WTN ini dimaksudkan untuk memotivasi komitmen Pemerintah Daerah dalam menata tertib lalu lintas melalui pemenuhan sarana dan prasarana lalu lintas.

Diketahuinya kondisi dan permasalahan sistem transportasi di Kota Depok.

Akan diberikan saran/rekomendasi oleh Tim Penilai untuk pembenahan jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang.

Memotivasi pejabat eksekutif dan legislatif  untuk membuat komitmen pembenahan sistem transportasi perkotaan yang akan dilakukan  dalam jangka pendek dan menengah.

Kota-kota penerima penghargaan piala Wahana Tata Nugaraha akan mendapat bantuan teknis dari Kementerian Perhubungan

Tahapan Penilaian Wahana Tata Nugraha meliputi :

> Tahap 1 (30%)    : Administrasi

> Tahap II (35%)    : Penilaian Teknis dan Operasional

> Tahap III (35%)    : Penilaian Lapangan dan ekspose

Harapan kedepan agar upaya pemerintah kota depok  dapat meraih predikat piala WTN (Wahana Tata Nugraha) kedepan perlu adanya komitmen bersama antar OPD maupun penganggaran untuk penyelenggaraan transportasi  yang berkelanjutan.

Copyright © Dinas Perhubungan 2016

& .