Parameter Yang Digunakan dalam Keberhasilan Sistem Satu Arah

Dinas Perhubungan Kota Depok dalam pemberlakuan Sistem Satu Arah (SSA) sejak 29 Juli lalu, dinilai mampu mengurai kemacetan. Hal tersebut dapat ditinjau dari tiga parameter antara lain tingkat kecepatan kendaraan, waktu tempuh, serta panjang antrean kendaraan yang hendak melintas di sepanjang jalur SSA tersebut.

“Semenjak dilakukan uji coba SSA secara keseluruhan waktu tempuh kendaraan di yang terhubung dengan SSA sudah mengalami peningkatan. Bila sebelumnya 80 sampai 85 menit, saat ini sudah berkurang menjadi 55 hingga 60 menit saja,” kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok, Gandara Budiana, Kamis (07/09/2017).

Gandara menuturkan, rata-rata kecepatan kendaraan yang melintas di sepanjang jalur SSA juga mengalami peningkatan. Bila sebelumnya kecepatan kendaraan hanya 12-14 km/jam, saat ini menjadi 17 km/jam.

“Dengan adanya SSA ini, jalan yang semula terbagi dua jalur saat ini difungsikan menjadi satu jalur saja. Sehingga, berdampak positif bagi peningkatan kecepatan kendaraan itu sendiri,” tuturnya.

Dirinya menjelaskan  parameter yang ketiga, yaitu panjang antrean kendaraan. Berdasarkan data yang dimiliki oleh Dishub Kota Depok jumlahnya mengalami penurunan. Saat ini panjang antrean kendaraan di setiap persimpangan jalan yang terhubung dengan jalur SSA umumnya  mencapai 500 meter.

“Sebelum diterapkan SSA, panjang antrean kendaraan di Simpang Ramanda, Simpang Beji, Sengon, Jalan Kartini serta Siliwangi bisa mencapai lebih dari 500 meter. Namun, saat ini panjang antrean sudah berangsur-angsur berkurang,” tutupnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*